Siaran Pers: Kementerian Komunikasi dan Informatika

SIARAN PERS NO. 55/HM/KOMINFO/04/2023

Siaran Pers No. 55/HM/KOMINFO/04/2023

Kamis, 13 April 2023

tentang

Jadi Enabler Ekonomi Digital, Kominfo Dukung Pengembangan NLP-AI 

Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan dukungan untuk pengembangan ekosistem digital Indonesia. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan akan terus mengembangkan kecerdasan artifisial atau artificial intelegence agar bisa  memajukan industri digital.

“Salah satunya melalui Natural Language Processing Artificial Intelligence (NLP-AI). Kami di pemerintah tugasnya adalah mendorong apa yang diinsiasi dari komunitas, karena (pengembangan NLP AI) ini adalah bagian yang baik,” jelasnya dalam Konferensi Pers Penandatanganan Kerja Sama Pengembangan Natural Language Processing Artificial Intelligence antara Ditjen Aptika Kementerian Kominfo dan Kolaborasi untuk Percepatan Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis (13/04/2023).   

Menurut Dirjen Semuel, peran pemerintah saat ini tidak hanya sebagai regulator tetapi juga memfasilitasi dan mendorong semakin cepat menjadi akselerator untuk pengembangan ekosistem digital nasional. Oleh karenanya, kemajuan teknologi digital seperti NLP-AI yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah. 

“Jadi AI dan NLP ini seharusnya dilihatnya sebagai enabler untuk kemajuan lebih tinggi lagi. Karena mungkin manusia sebagai analitiknya nanti, bukan lagi memori semuanya, umpanya dengan adanya AI,” ujarnya.

Dirjen Aptika Kominfo menyontohkan salah satu keunggulan AI yang dimanfaatkan untuk menerjemahkan bahasa dari berbagai negara ke dalam Bahasa Indonesia ataupun sebaliknya. 

“Misalnya saya lagi ngomong bahasa Indonesia tapi disana (pengguna lain) earphone-nya sudah ngomong dengan bahasa masing-masing. Jadi yang namanya language barrier itu akan terjadi, kita kemanapun berani, itu mungkin ke depannya fokus kesini. Ini adalah suatu perubahan yang harus kita sikapi dan harus kita antisipasi bahwa, kita mengimpor knowledge-nya boleh, teknologinya jangan, kita kembangkan sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Korika Hammam Riza menjelaskan NLP bukan menjadi hal yang baru melainkan sudah ada sejak awal diciptakannya teknologi AI. 

“Saya masih ingat NLP adalah bagian dari pengalaman sekolah saya di S1, belajar tentang NLP. Kemudian saya masuk ke BPPT yang sekarang sudah terintegrasi dengan BRIN, itu juga kita bicara dengan NLP,” jelasnya.

Menurutnya, NLP memiliki metode yang berbeda-beda dan tekniknya berubah, sama seperti mobil versi lama yang menggunakan internal combine, tetapi yang model terbaru mesinnya sudah menggunakan electric vehicle atau kendaraan listrik.

“Demikian juga untuk pemrosesan bahasa, dulu ada rule based kemudian ada machine learning, dan sekarang ada generative AI. Sehingga inilah yang harus kita kejar untuk bisa kita kuasai, karena kalau hanya dengan teknik-teknik NLP yang lama mungkin sebagian besar dari masyarakat linguistic competitional di Indonesia sudah memahami cara NLP,” tandasnya. 

Dalam konferensi pers, hadir Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo Hary Budiarto, Plt. Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Aris Kusdaryono, Direktur Pengembangan Inovasi Korika Suryadiputra, dan Direktur Membership Korika Rio Kiantara.

Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Sumber: Kementerian Kominfo RI

Sending
User Review
0 (0 votes)
Comments Rating 0 (0 reviews)