Anggota DPR Sebut Makan Duit Haram Boleh Asal Kecil Biar Tuhan Gak Marah, KPK: Tidak Mencerdaskan Masyarakat!

Suara.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pernyataan Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng, yang meyebut makan duit haram tak masalah asal jumlahnya kecil.

KPK menilai Melchias sebagai pejabat publik tidak sepenuhnya paham dengan nilai-nilai antikorupsi. Politikus parpol yang diketuai Airlangga Hartarto itu dikhawatirkan memberikan contoh buruk bagi masyarakat.

“Artinya dengan pernyataan semacam itu, pemahaman terhadap konsep korupsi, itu sendiri belum sepenuhnya dipahami. Bagi kami kalau itu benar, dan itu disampaikan oleh pejabat publik, misalnya, tentu itu tidak mencerdaskan masyarakat,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (28/3/2023).

Ali menegaskan, dalam perundang-undangan perbuatan korupsi tidak memandang nilai besar dan kecil, selagi memenuhi unsur pidana dapat dijerat.

“Korupsi adalah perbuatan unsurnya dalam Pasal 2 dan pasal 3 menyalahgunakan kewenangannya, jabatannya, melawan hukum, memperkaya diri sendiri berapapun itu,” katanya.

“Bahkan kalau suap itu kan tidak harus memperkaya, sesuatu janji saja itu sudah korupsi,” imbuh Ali.

Dilontarkan saat Rapat

Melchias mengeluarkan pernyataan yang kontroversial saat menggelar rapat bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saat itu, Melchias menyinggung soal dugaan kejanggalan harta kekayaan Rafael Alun.

“Kalau saya lebih berpikir saya bilang sama anak-anak saya, kalau kita makan uang haram kebanyakan akan dibuka dengan Tuhan dengan cara yang demikian,” ungkapnya.

“Kalau makan uang haram kecil-kecil ya okelah. Makan uang haram sampai begitu berlebih ya Tuhan marah, itu mah standar dalam nilai hidup gitu lho. Ngga ada juga di dunia ini malaikat tapi jangan jadi setan bener,” lanjutnya.

Sumber: Suara.com

Sending
User Review
0 (0 votes)
Comments Rating 0 (0 reviews)